Tidak dapat dipungkiri, AI perlahan mulai menggantikan “mbah google” saat ini. Penggunaan AI bukan hanya sebagai tools untuk dalam research atau belajar, namun penerapan AI saat ini sudah sampai tahap agentic AI yang bersinggungan dengan automation dan interaksi lainnya yang dapat meningkatkan efisiensi kerja. Teknologi AI sendiri mulai booming di pertengahan tahun 2023 saat hadirnya Chat GPT pertama kali untuk dapat digunakan oleh publik.
Dengan Gen AI mulai menjadi konsumsi publik, penerapan AI untuk kebutuhan sehari-hari hingga enterprise menjadi saangat bervariatif. Selama ini implementasi AI selalu bersinggungan untuk kebutuhan meningkatkan produktivitas sehari-hari dengan gen AI. Di level enterprise, penerapan AI mulai banyak diimplementasikan untuk kebutuhan hyper automation melalui AI Orchestration.
Dengan berbagai jenis use case yang ada, terdapat 1 industri yang merasakan dampak yang sangat luar biasa dengan kehadiran AI karena dapat merubah experience pengguna dalam melakukan interaksi dengan teknologi tersebut. Teknologi VR (Virtual Reality) dan AR (Augmented Reality) dapat dikatan sebagai niche industry, namun dengan kehadiran AI dapat menjadikan teknologi ini menjadi “the next tech tsunami” setelah AI.
Selain untuk industri entertainment, teknologi AR dan VR saat ini juga mulai banyak digunakan untuk kebutuhan perusahaan sebagai media pelatihan karyawan maupun marketing activation. Pada artikel kali ini, saya berfokus pada tantang implementasi VR untuk kegiatan pelatihan karyawan. Beberapa tantangan penerapan VR training simulation untuk kegiatan pelatihan karyawan adalah sebagai berikut :
Kurangnya Engagement Yang Dinamis
Teknologi AR dan VR memang sangat memukau untuk orang awam yang baru pertama kali merasakan teknologi tersebut. Namun harus diakui, pemanfaatan VR dan AR untuk kebutuhan training simulation yang sudah pasti digunakan secara berulang akan membuat pengguna merasakan kebosanan karena kurangnya interaksi dinamis dengan objek virtual maupun NPC di dalam game.
Kehadiran AI dapat memberikan sentuhan baru terutama dalam hal interaksi pengguna dengan konten digital VR dan AR yang lebih dinamis sehingga menghasilkan pengalaman pelatihan yang menyerupai pengalaman dunia nyata. Salah satu contohnya adalah penggunaan model pelatihan berbasis AI Instructor yang dapat berkomunikasi 2 arah seperti pada demo prototype yang kami kembangkan untuk pelatihan penggunaan APAR sebagai berikut .
Pendekatan Berbasis Soft Skill Training
Selama ini kegiatan pelatihan simulasi berbasis VR selalu difokuskan untuk kegiatan pelatihan berbasis hard skill yang berhubungan dengan pembelajaran dalam SOP suatu pekerjaan ataupun penggunaan suatu tools. Metode simulasi hard skill biasanya menggunakan konsep gamifikasi yang bertujuan untuk menyajikan simulasi repetitif sehingga pengguna secara bertrahap dapat menghafal sop kerja yang wajib dilakukan.
Hal ini dapat ditingkatkan dengan menghadirkan AI NPC interaktif yang bertindak sebagai supervisor bagi pengguna. Pengguna dapat bertanya kepada AI sambil melakukan simulasi, hal ini dapat memberikan pengertian yang lebih mendalam sehingga peserta bukan hanya menghafal, melainkan memahami alasan mengapa setiap step dalam SOP wajib untuk dilakukan.
Qualitative Assessment Mode
Dengan kehadiran AI NPC, kami menghadirkan terobosan baru dalam hal pelatihan simulasi VR dengan menghadirkan mode qualitative assessment. Pada mode ini, pengguna akan berhadapandengan AI NPC yang bertindak sebagai trainer yang akan memberikan beberapa pertanyaan yang sesuai dengan topik pelatihan.
Tujuan dari mode qualitative assessment adalah untuk mengukur seberapa dalam pemahaman peserta mengenai suatu topik pelatihan berdasarkan kemampuan peserta menjelaskan secara verbal mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaikan suatu tugas.
Mode ini juga sangat cocok untuk mendukung kegiatan training simulation untuk industri yang menjual jasa seperti banking dan insurance. Kehadiran AI memungkinkan untuk dapat menjadikan AI sebagai trainer yang dapat mempelajari materi kompleks tentang suatu produk finansial dalam waktu singkat. AI NPC trainer ini selanjutnya dapat bertindak sebagai mentor bagi peserta pelatihan dengan konsep tanya jawab.
Di akhir sesi, AI NPC trainer akan memberikan rangkuman performa peserta pelatihan berdasarkan jawaban yang diberikan. AI NPC trainer akan memberikan masukkan mengenai hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan oleh peserta didik.
Kesimpulan

Kehadiran AI sangat berdampak positif bagi teknologi immersive seperti VR dan AR. Hal ini disebabkan AI dapat memberikan pengalaman yang lebih interaktif bagi pengguna sehingga bisa memberikan pengalaman yang mendekati pengalaman di dunia nyata, terutama dalam hal pelatihan virtual. Apakah anda sudah siap dilatih oleh AI sebagai mentor anda ?

Author : Daniel Andrew
Daniel Andrew adalah Co-Founder dan CEO Hologram Indonesia dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di dunia IT. Berkenalan lebih lanjut dengan Daniel melalui Linkedin & Whatsapp.